PUNCAK PERINGATAN HARI GURU NASIONAL DAN HARI AKSARA INTERNASIONAL TINGKAT PROVINSI TAHUN 2011 DI MONUMEN AREK LANCOR KABUPATEN PAMEKASAN.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Harun, M.Si, MM mengatakan, saat ini buta aksara terbesar masih didominasi usia 40 – 60 tahun. Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah berkonsentrasi untuk menghapus buta aksara, dan diharapkan pada tahun 2014 masyarakat Jawa Timur tidak lagi menyandang buta huruf (buta aksara).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sebanyak 3.232.000 orang mengalami buta huruf (buta aksara). Sedangkan data dari Badan Pusat Statistik, 10 kabupaten di Jawa Timur yang mempunyai masyarakat belum dapat menulis dan membaca antara lain, Pulau Madura, Situbondo, Bojonegoro dan Jember.
Menurut Dr. Harun, M.Si, MM, penyandang buta huruf (buta aksara) di Pulau Madura yang paling banyak terdapat di Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Sampang. Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur disela-sela acara Hari Guru Nasional 2011 dan HUT ke-66 PGRI serta Hari Aksara Internasional 2011, di Monumen Arek Lancor Kabupaten Pamekasan Madura hari sabtu (26 November 2011).
Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Aksara Internasional Tingkat Provinsi Tahun 2011 dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, dan anggota DPR Pusat serta mantan pelawak H. Qomar. Pada kesempatan itu Gubernur Jawa Timur, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Ketua PGRI Jawa Timur, menyerahkan penghargaan kepada para guru dan murid yang berprestasi.














